Peta adalah gambaran muka bumi yang diperkecil, maka simbol peta harus jelas dan mudah dimengerti sehingga dapat berfungsi untuk menggambarkan letak sesungguhnya dari suatu benda. Baik dari letak, data-data, dan keadaan geografisnya harus mudah dipahami. Syarat simbol peta yang baik yaitu sederhana, mudah dibaca, mudah digambar, bersifat umum, penyajian data yang teliti, dan bentuk seragam dalam satu peta maupun peta berseri.
1.Simbol Kualitatif, mewakili identitas suatu objek yang tidak mencerminkan jumlah, angka-angka, atau volume tertentu, misalnya simbol batas provinsi, letak ibu kota, dan letak rawa-rawa.
2.Simbol Kuantitatif, memuat unsur nilai ( kuantitas ) angka atau jumlah suatu unsur yang diwakili dan ditampilkan, seperti simbol jumlah penduduk ( juta ), luas laha ( ha ), dan hasil pertanian ( ton ).
b.Simbol Menurut Bentuknya
1. Simbol Titik ( point ), menandai letak tempat yang diwakili dengan simbol yang identik dengan bentuk titik ( bulat, kotak / segi empat, atau segitiga ), simbol gambar, dan simbol huruf yag seluruhnya memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda tetapi identik dengan titik. Contoh: letak ibu kota negara, ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten, ibu kota kecamatan, pelabuhan udara, lapangan terbang, pelabuhan laut, masjid, gereja, dan letak gunung.
2. Simbol Garis ( line ),menandai data geografis yang memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda tetapi identik dengan garis, misalnya dalam bentuk garis tebal, tipis, putus-putus, atau garis sejajar. Simbol garis dapat digunakan untuk membedakan unsur lingkungan, seperti letak sungai, jalan kereta api, jalan raya, batas wilayah negara, batas wilayah provinsi dan kabupaten.
3. Simbol luas ( area ),menandai data geografis yang memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda tetapi identik dengan luas. Simbol luas pada peta dapat diterjemahkan untuk menunjukan luas suatu daerah atau objek tertentu, misalnya luas objek lahan pertanian, rawa, hutan, intensitas curah hujan, dan area pemukiman penduduk. Simbol luas juga dapat digunaka untuk memperoleh data geografis sebagai berikut.
· Data Geografus yang berkaitan dengan jarak, baik jarak absolut maupun jarak relatif, misalnya, jarak absolutantara negara Myanmar dengan Filipina yang dihitung berdasarkan garis bujur dan lintang. Secara reltif, kedua negara tersebut merupakan satu kawasan atau serumpun yang sangat dekat.
· Data Geografis yang berkaitan dengan pola ( pattern ), misalnya struktur morfologi dapat menunjukkan potensi lokasi persebaran mata air yang dapat mempengaruhi pola permukiman penduduk dan pengunaan lahan.
· Data Geografis yang berkaitan erat hubungannya dengan situasi, sifat, dan fungsi data geografis, misalnya, data geografis yang berhubungan dengan kota, desa, atau wilayah politik
· Data Geografis yang berkaitan dengan potensi dan fungsi antara suatu tempat dengan tempat lainnya. Besar atau kecilnya keterkaitan ini tergantung pada kepentingan antara dua tempat atau lebih, sehingga antara dua tempat atau lebih dapat terjadi pertukaran barang dan mobilitas penduduk.
4. Simbol-simbol Khusus, mempertegas isi peta agar lebih mudah untuk dipahami, misalnya, simbol huruf, simbol angka, pola, dan warna.
Penting !!!
Jarak Absolut : Jarak yang diukur dengan alat ukur secara konvensional atau berdasarkan garis lintang dan bujur.
Jarak Relatif : Jarak yang diukur berdasarkan aspek lingkungan sekitarnya.
Simbol Warna Biru : Menunjukkan daerah perairan ( sungai, danau, atau laut ) dan curah hujan.
Simbol Warna Merah : Jalan raya, Ibu kota, kota,dan sebagainya.
Simbol Warna Hijau : Menunjukkan daratan rendah.
Simbol Warna Kuning & Coklat : Menunjukkan daerah daratan tinggi atau pegu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar