Pengikut

Senin, 16 Januari 2012

Skala Untuk Menghitung Jarak

Ada 2 jenis skala, yaitu skala angka dan skala garis. Skala garis dapat digunakan untuk menghitung jarak antara suatu kota dengan kota yang lain. Contohnya, jarak antara Kota Sukabumi sampai Kota Magelang yang diukur dalam peta adalah 4 cm.

 Contoh skala garis (Sumber: http://bu-happy.blogspot.com)

Bila kita menghitung jarak dengan skala angka, lain lagi ceritanya. Kita kudu melihat perbandingan yang ada. Contoh, saya memakai perbandingan 1:10.000.000. Dan saya ingin mengukur jarak Kota Bogor sampai Kota Probolinggo di peta. Setelah saya ukur, ternyata jarak dalam peta 9 cm. Lalu, jarak sebenarnya adalah 9 x 10.000.000 cm = 90.000.000 cm = 900km. Tapi..apa artinya 1:10.000.000? Arti dari perbandingan itu adalah, setiap 1 satuan pada peta menunjukkan 10.000.000 satuan.



Kamis, 12 Januari 2012

Syarat Peta


Syarat peta :
1.       Judul
2.       Skala
3.       Orientasi Peta (petunjuk arah)
4.       Sumber peta
5.       Tahun pembuatan peta
6.       Inset peta
7.       Warna Peta
8.       Tulisan
9.       Legenda (symbol-simbol peta)

Syarat Atlas


Syarat-syarat atlas
1.            Menggambarkan suatu daerah dengan data akurat, misalnya benua atau negara-negara.
2.            Memiliki formulasi warna atau smbol lain yang tepat sehingga tampak menarik.
3.            Menggunakan proyeksi peta tertentu yang disesuaikan dengan tujuan.
4.            Memiliki atribut dan informasi yang lengkap.

Jenis Atlas


Jenis-jenis atlas
Atlas nasional: informasi negara
Atlas dunia: informasi dunia
Atlas semesta: informasi jagat raya

Jenis Peta


Jenis Peta:
Peta induk: hanya mencangkup data yang penting
Peta topografi: menggambarkan kenampakan umum bumi
Peta tematik: menampilkan tema peta khusus misalnya peta statistik.
Atlas adalah sekumpulan peta yang dijilid dalam bentuk buku dengan bahasa, simbol, dan proyeksi yang sama. Atlas ada berbagai jenis. Atlas digunakan sebagai media pembelajaran dan sumber informasi geografi.

Informasi Globe


Informasi globe: Garis bujur (garis khayal vertical), garis lintang (garis khayal horizontal)

Rabu, 11 Januari 2012

Apa itu Globe?





Mungkin, anda bertanya- Tanya, “Apa itu Globe?” Sebenarnya penjelasan tentang Globe tak sulit untuk dimengerti. Globe adalah suatu bentuk tiruan bola bumi tiga dimensi. Globe dibuat dengan skala yang kecil, agar mudah dipahami dan dimengerti kita. Globe juga dilengkapi dengan garis bujur dan lintang yang dapat digunakan untuk berbagai macam peragaan atau media pendidikan. Untuk informasi tambahan, kata “globe” itu berasal dari kata “globus”, yang berarti bola bulat dalam bahasa Latin. 

Senin, 09 Januari 2012

Apa yang Bisa Kita Dapat dari Globe?



Globe adalah gambaran permukaan bumi pada sebuah tiruan bola bumi. 


Informasi geografis yang didapatkan dari globe, antara lain : 


1. Menunjukkan bentuk bumi yang sesungguhnya. 


2. Menirukan rotasi bumi. 



3. menunjukkan garis lintang dan garis bujur. 

4. Menunjukkan kemiringan sumbu bumi. 




Macam-macam Simbol Peta



Peta adalah gambaran muka bumi yang diperkecil, maka simbol peta harus jelas dan mudah dimengerti sehingga dapat berfungsi untuk menggambarkan letak sesungguhnya dari suatu benda. Baik dari letak, data-data, dan keadaan  geografisnya harus mudah dipahami. Syarat simbol peta yang baik yaitu sederhana, mudah dibaca, mudah digambar, bersifat umum, penyajian data yang teliti, dan bentuk seragam dalam satu peta maupun peta berseri.
a.Simbol Menurut Sifatnya
      1.Simbol Kualitatif, mewakili identitas suatu objek yang tidak mencerminkan jumlah, angka-angka, atau volume tertentu, misalnya simbol batas provinsi, letak ibu kota, dan letak rawa-rawa.
      2.Simbol Kuantitatif, memuat unsur nilai ( kuantitas ) angka atau jumlah suatu unsur yang diwakili dan ditampilkan, seperti simbol jumlah penduduk ( juta ), luas laha ( ha ), dan hasil pertanian ( ton ).
b.Simbol Menurut Bentuknya
1.     Simbol Titik ( point ), menandai letak tempat yang diwakili dengan simbol yang identik dengan bentuk titik ( bulat, kotak / segi empat, atau segitiga ), simbol gambar, dan simbol huruf yag seluruhnya memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda tetapi identik dengan titik. Contoh: letak ibu kota negara, ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten, ibu kota kecamatan, pelabuhan udara, lapangan terbang, pelabuhan laut, masjid, gereja, dan letak gunung.
2.     Simbol Garis ( line ),menandai data geografis yang memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda tetapi identik dengan garis, misalnya dalam bentuk garis tebal, tipis, putus-putus, atau garis sejajar. Simbol garis dapat digunakan untuk membedakan unsur lingkungan, seperti letak sungai, jalan kereta api, jalan raya, batas wilayah negara, batas wilayah provinsi dan kabupaten.
3.     Simbol luas area ),menandai data geografis yang memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda tetapi identik dengan luas. Simbol luas pada peta dapat diterjemahkan untuk menunjukan luas suatu daerah atau objek tertentu, misalnya luas objek lahan pertanian, rawa, hutan, intensitas curah hujan, dan area pemukiman penduduk. Simbol luas juga dapat digunaka untuk memperoleh data geografis sebagai berikut.
·       Data Geografus yang berkaitan dengan jarak, baik jarak absolut maupun jarak relatif, misalnya, jarak absolutantara negara Myanmar dengan Filipina yang dihitung berdasarkan garis bujur dan lintang. Secara reltif, kedua negara tersebut merupakan satu kawasan atau serumpun yang sangat dekat.
·       Data Geografis yang berkaitan dengan pola ( pattern ), misalnya struktur morfologi dapat menunjukkan potensi lokasi persebaran mata air yang dapat mempengaruhi pola permukiman penduduk dan pengunaan lahan.
·       Data Geografis yang berkaitan erat hubungannya dengan situasi, sifat, dan fungsi data geografis, misalnya, data geografis yang berhubungan dengan kota, desa, atau wilayah politik
·       Data Geografis yang berkaitan dengan potensi dan fungsi antara suatu tempat dengan tempat lainnya. Besar atau kecilnya keterkaitan ini tergantung pada kepentingan antara dua tempat atau lebih, sehingga antara dua tempat atau lebih dapat terjadi pertukaran barang dan mobilitas penduduk.
4.     Simbol-simbol Khusus,  mempertegas isi peta agar lebih mudah untuk dipahami, misalnya, simbol huruf, simbol angka, pola, dan warna.
Penting !!!
Jarak Absolut : Jarak yang diukur dengan alat ukur secara konvensional atau berdasarkan garis lintang dan bujur.
Jarak Relatif : Jarak yang diukur berdasarkan aspek lingkungan sekitarnya.
Simbol Warna Biru : Menunjukkan daerah perairan ( sungai, danau, atau laut ) dan curah hujan.
Simbol Warna Merah : Jalan raya, Ibu kota, kota,dan sebagainya.
Simbol Warna Hijau : Menunjukkan daratan rendah.
Simbol Warna Kuning & Coklat : Menunjukkan daerah daratan tinggi atau pegu

Kamis, 05 Januari 2012

Informasi Peta

Peta adalah catatan hasil observasi dan pengukuran serta informasi keruangan tentang keadaan muka bumi . Nah, informasi keruangan yang digambarkan dalam peta dapat digunakan untuk berbagai keperluan . Data-data yang ada didalam peta dapat diungkap kembali secara visual. Data yang dimasukan kedalam peta dapat berupa simbol-simbol yang berfungsi menggambarkan sebagian atau seluruh kenampakan fisik permukaan bumi dan kenampakan sosial ekonomi penduduk.  

Biasanya, data keruangan berupa keterangan yang dimuat dalam bentuk titik, koma , garis , dan luas ditentukan oleh letak secara sistem koordinat dan untuk beberapa jenis peta ditambah dengan ikatan ketinggian. Bagaimana caranya memperoleh informasi geografis pada peta? Kita dapat melakukannya dengan cara menganalisis peta itu berdasarkan data yang ada dan beberapa informasi tepi seperti legenda, orientasi, tahun pembuatan, inset, dan data lain yang bersifat kuantitatif dan kualitatif.  




Selasa, 03 Januari 2012

Apa itu, Peta?

APA ITU PETA?

PETA... Apa yang terpikirkan olehmu kalau mendengar kata “peta”? Pasukan Pembela Tanah Air? People for the Ethical Treatment of Animals? O ho. Itu semua benar. Tapi yang sekarang saya mau jelaskan adalah tentang peta, sebuah kertas yang berisi gambaran konvensional muka bumi atau benda angkasa, yang meliputi perwujudan, letak, maupun data yang berkaitan, seperti tampak atas permukaan itu tersebut. Jadi lupakan prosedur militer dan hak asasi binatang, karena kita akan ngobrol soal peta. Oke?

Dari mana sumber informasi untuk membuat peta? Oh, banyaaaaak sekali. Dari hasil pengukuran, foto udara, dan foto-foto hasil satelit. Nah, ilmu yang mempelajari tentang peta itu disebut ilmu kartografi. Tetapi, untuk mempelajari ilmu kartografi, harus mempelajari ilmu lain juga. Contoh, ilmu geografi, matematika, seni, geodesi, dan lain-lain. Pokoknya, semua ilmu-ilmu yang berhubungan dengan kartografi harus dipelajari!


Untuk di lingkungan pendidikan sekolah, peta berfungsi sebagai media pembelajaran, alat peraga, alat analisis, dan catatan visual permanen. Dengan memakai peta ketika belajar tentang letak suatu negara, atau segalanya yang berhubungan dengan letak geografis sebuah negara, kita akan lebih mudah mengetahuinya dan menghafalnya. Bahkan kita juga bisa memperkirakan jarak dari satu ibukota negara ke negara yang lain.